- Tiga korban ditemukan dari dalam KM Virgo Transport 8 pada hari kesembilan pencarian.
- Data Senin (21/9/2026), pukul 20.00 WITA: 108 selamat, 13 meninggal dan 122 masih dicari dari manifes 243 orang.
- KSOP masih memverifikasi 22 penyintas yang identitasnya belum cocok dengan data manifes.
JAMLIMA.COM, BANJARMASIN — Pencarian korban KM Virgo Transport 8 memasuki hari kesembilan, Senin (21/9/2026), dengan perkembangan baru dari dalam bangkai kapal di perairan Masalembo, Laut Jawa.
Tiga korban meninggal ditemukan penyelam Basarnas Special Group (BSG) sepanjang Senin.
Data Basarnas hingga pukul 20.00 WITA mencatat 121 orang telah ditemukan.
Sebanyak 108 orang selamat, 13 meninggal dunia, sedangkan 122 orang masih dalam pencarian berdasarkan manifes 243 orang.
Tiga Korban Ditemukan
Dua korban pertama pada Senin ditemukan di dalam badan kapal pada pagi hari.
Keduanya berjenis kelamin laki-laki.
Korban pertama ditemukan pukul 09.04 WITA. Sembilan menit kemudian, pukul 09.13 WITA, penyelam menemukan korban kedua.
Keduanya kemudian dievakuasi menggunakan Helikopter HR 3601 menuju Lanud Syamsudin Noor, Banjarbaru.
Evakuasi berlangsung sekitar pukul 11.20 WITA untuk menjalani proses identifikasi lebih lanjut.
Pencarian tidak berhenti setelah dua temuan tersebut.
Pada pukul 14.24 WITA, penyelam BSG kembali menemukan satu korban meninggal saat menyisir bagian dalam badan KM Virgo Transport 8.
Dengan demikian, tiga korban ditemukan pada operasi hari kesembilan.
Kepala Basarnas Mohammad Syafii menegaskan tim tetap melanjutkan pencarian dengan memperhatikan keselamatan penyelam.
“Kami tidak berhenti. Setiap temuan adalah bagian dari upaya kami untuk memberikan kepastian kepada keluarga,” kata Syafii.
Data Berubah Lagi
Tambahan tiga korban pada Senin membuat rekap operasi kembali berubah.
Hingga pukul 16.00 WITA, Basarnas mengonfirmasi 121 orang telah ditemukan.
Rinciannya, 108 orang selamat dan 13 orang meninggal dunia.
Sementara itu, 122 orang masih dalam pencarian dari total 243 orang yang tercatat dalam manifes KM Virgo Transport 8.
Angka tersebut merupakan pembaruan dari data pukul 12.00 WITA.
Saat itu, Basarnas masih mencatat 120 orang ditemukan, terdiri atas 108 selamat dan 12 meninggal, serta 123 orang belum ditemukan.
Karena itu, angka 125 maupun 123 orang yang sebelumnya disebut masih dicari tidak lagi menjadi data terbaru setelah temuan korban pada Senin siang.
Bangkai Jadi Fokus
Pencarian bawah laut menjadi salah satu fokus penting setelah korban ditemukan di dalam badan kapal.
Basarnas sebelumnya telah menggunakan remotely operated vehicle atau ROV untuk melihat kondisi lorong dan bagian dalam bangkai KM Virgo.
Gambaran dari ROV digunakan sebagai acuan sebelum penyelam masuk ke area tertentu di dalam kapal.
Pengoperasian ROV sempat terkendala arus bawah laut yang kuat.
Basarnas sebelumnya menyatakan alat tersebut akan kembali diturunkan lebih awal pada operasi hari kesembilan apabila kondisi memungkinkan.
Namun, untuk perkembangan Senin sore, temuan tiga korban yang telah dikonfirmasi Basarnas berasal dari operasi penyisiran dan penyelaman BSG di dalam badan kapal.
Manifes Belum Final
Di tengah pencarian, data manifes juga masih dalam proses verifikasi.
KSOP Kelas I Banjarmasin mencocokkan identitas 108 penyintas dengan data manifes yang diterima dari Surabaya.
Hasil pencocokan awal menemukan 22 penyintas yang namanya belum ditemukan dalam data manifes tersebut.
Namun, KSOP belum menyimpulkan bahwa 22 orang itu merupakan penumpang tambahan di luar manifes.
Otoritas masih memeriksa kemungkinan adanya perbedaan pencatatan identitas.
Salah satu kemungkinan yang diperiksa adalah penggunaan nama panggilan dalam manifes, sementara pendataan setelah penyelamatan menggunakan nama sesuai KTP.
Karena proses tersebut belum selesai, angka 243 orang tetap digunakan Basarnas sebagai dasar penghitungan operasi SAR.
Dengan dasar itu, jumlah resmi yang masih dicari hingga pukul 16.00 WITA adalah 122 orang.
SAR Diperpanjang
Basarnas telah memutuskan memperpanjang operasi pencarian selama tujuh hari.
Keputusan tersebut diambil karena masih banyak korban yang belum ditemukan dan pencarian bawah laut masih terus berlangsung.
Tim SAR mengerahkan unsur laut, udara dan penyelam untuk mendukung pencarian.
Sementara itu, penanganan bangkai kapal melalui operasi salvage merupakan proses berbeda dari pencarian dan evakuasi korban.
Tim salvage sebelumnya telah melakukan observasi bawah laut menggunakan ROV untuk melihat posisi dan kondisi badan kapal sebagai dasar menentukan langkah berikutnya.
Verifikasi Terus Berjalan
KM Virgo Transport 8 berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin pada 12 September 2026.
Kapal dilaporkan menghadapi cuaca buruk dan hilang kontak pada 13 September sekitar pukul 02.00 WITA sebelum ditemukan dalam kondisi terbalik di perairan Masalembo, Laut Jawa.
Memasuki hari kesembilan, dua proses penting masih berjalan bersamaan.
Tim SAR terus mencari korban, terutama pada bagian dalam kapal.
Pada saat yang sama, KSOP mencocokkan kembali data penyintas dengan manifes.





































