Scroll untuk baca artikel
DaerahNasional

Karhutla Indonesia September 2026: 1.532 Hotspot Terdeteksi, ISPA di 7 Provinsi Tembus 151 Ribu Kasus

×

Karhutla Indonesia September 2026: 1.532 Hotspot Terdeteksi, ISPA di 7 Provinsi Tembus 151 Ribu Kasus

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi karhutla Indonesia September 2026 dengan petugas memadamkan kebakaran hutan dan helikopter water bombing
KARHUTLA INDONESIA — Petugas gabungan memadamkan kebakaran hutan dan lahan di tengah kepulan asap, sementara helikopter melakukan water bombing. Hingga Minggu, (20/9/2026), Kementerian Kehutanan mendeteksi 1.532 hotspot high confidence di Indonesia. (Foto: Ilustrasi/Jamlima.com)

  • Kementerian Kehutanan mendeteksi 1.532 hotspot high confidence di Indonesia hingga Minggu (20/9/2026).
  • Kalimantan Tengah mencatat 968 titik, sementara Sumatera Selatan melonjak dari 112 menjadi 285 titik dalam sehari.
  • Kemenkes mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi terdampak hingga, Rabu, (16/9/2026).
  • Pemerintah mengerahkan 64 pesawat dan helikopter serta 54.394 personel untuk menangani karhutla.

JAMLIMA.COM, JAKARTA — Kebakaran hutan dan lahan atau karhutla masih menekan sejumlah wilayah Indonesia menjelang akhir September 2026.

Jumlah hotspot kembali meningkat. Pada saat yang sama, kabut asap mengganggu penerbangan dan kasus infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA di wilayah terdampak telah melampaui 151 ribu kasus.

Data SiPongi Kementerian Kehutanan menunjukkan 1.532 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi terdeteksi secara nasional hingga Minggu, 20 September 2026 pukul 23.59 WIB.

Jumlah tersebut bertambah 209 titik dibandingkan sehari sebelumnya yang mencapai 1.323 titik. Pemantauan menggunakan satelit NASA Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20.

Namun, angka hotspot tidak sama dengan jumlah kebakaran.

Kementerian Kehutanan menjelaskan hotspot merupakan indikasi anomali suhu permukaan yang tertangkap satelit. Satu kebakaran dapat memunculkan beberapa titik panas sehingga petugas tetap melakukan groundcheck untuk memastikan kondisi di lapangan.

Kalteng Terbanyak

Kalimantan Tengah masih menjadi wilayah dengan hotspot high confidence terbanyak di antara enam provinsi prioritas.

Hingga Minggu pukul 21.05 WIB, Kementerian Kehutanan mencatat 968 titik di Kalimantan Tengah. Angka itu turun dari 1.035 titik sehari sebelumnya.

Sebaliknya, Sumatera Selatan mengalami kenaikan tajam dari 112 menjadi 285 titik.

Kalimantan Barat mencatat 98 titik, Kalimantan Selatan 39 titik, Jambi 26 titik, sedangkan Riau satu titik.

Perbedaan waktu pembaruan perlu diperhatikan. Angka nasional 1.532 titik tercatat hingga pukul 23.59 WIB, sedangkan rincian enam provinsi prioritas menggunakan data hingga pukul 21.05 WIB.

Sumsel Makin Kering

Lonjakan hotspot di Sumatera Selatan terjadi ketika sebagian besar wilayah masih menghadapi kondisi kering.

BMKG Sumatera Selatan memprakirakan wilayah bagian tengah hingga timur memiliki peluang lebih dari 70 persen mengalami curah hujan rendah, sekitar 0–50 milimeter, pada dasarian III September 2026.

Secara nasional, BMKG juga memperkirakan sekitar 63,11 persen wilayah Indonesia mengalami curah hujan kategori rendah pada dasarian III September.

BMKG Sumatera Selatan mencatat hari tanpa hujan terpanjang mencapai 87 hari di Musi Banyuasin dan Ogan Ilir.

Kondisi tersebut meningkatkan kerentanan vegetasi dan lahan gambut terhadap kebakaran.

BMKG memperingatkan bahwa penurunan curah hujan berpotensi meningkatkan jumlah hotspot di daerah rawan karhutla.

202 Ribu Hektare

Selain hotspot harian, luas area terbakar menunjukkan tekanan karhutla sepanjang 2026.

SiPongi Kementerian Kehutanan mencatat luas karhutla nasional mencapai 202.004,30 hektare selama Januari hingga Juli 2026.

Angka itu meningkat 69 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025. Luasnya juga naik 47 persen dibandingkan 2019 dan 80 persen dibandingkan 2023.

Namun, angka tersebut belum menggambarkan luas kebakaran sampai September.

Data 202.004 hektare baru mencakup Januari–Juli. Karena itu, kebakaran sepanjang Agustus dan September tidak boleh langsung dijumlahkan atau dianggap telah masuk dalam angka tersebut.

SiPongi menghitung luas karhutla melalui analisis citra Landsat yang dipadukan dengan sebaran hotspot, hasil groundcheck, dan laporan pemadaman Manggala Agni.

ISPA Meningkat

Dampak kabut asap juga menekan sektor kesehatan.

Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi dan 63 kabupaten/kota terdampak hingga 16 September 2026.

Kemenkes kemudian mengerahkan 1.898 tenaga kesehatan untuk memperkuat layanan bagi lebih dari 13 juta masyarakat di wilayah terdampak.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan Widyawati mengatakan pemerintah berupaya mendekatkan pelayanan medis kepada masyarakat.

“Langkah ini kami ambil untuk mendekatkan pertolongan medis langsung kepada masyarakat terdampak,” kata Widyawati.

Hingga 16 September, Kemenkes juga telah mendistribusikan 1.927.554 masker, 280 oxygen concentrator, 36 tabung oksigen, serta obat, vitamin, dan makanan tambahan.

Angka 151 ribu tersebut merupakan jumlah kasus ISPA yang dilaporkan di tujuh provinsi terdampak. Data agregat itu tidak berarti seluruh diagnosis individual dapat dipastikan semata-mata disebabkan oleh asap karhutla.

Penerbangan Terganggu

Kabut asap turut mengganggu transportasi udara.

Pada Minggu, 20 September, jarak pandang di Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya, sempat turun hingga sekitar 600 meter.

Kondisi itu mengganggu 14 pergerakan pesawat, terdiri atas tujuh kedatangan dan tujuh keberangkatan.

Kementerian Kehutanan juga melaporkan kualitas udara di sejumlah wilayah Sumatera dan Kalimantan berada pada kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat.

Pada area tertentu, pemantauan PM2.5 bahkan menunjukkan kategori berbahaya.

Pemerintah meminta masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk.

Anak-anak, ibu hamil, lansia, serta masyarakat dengan penyakit pernapasan atau penyakit kronis mendapat perhatian khusus karena lebih rentan terhadap paparan asap.

Api Belum Padam

Karhutla tidak hanya terjadi di wilayah prioritas Sumatera dan Kalimantan.

BNPB pada Senin, 21 September 2026 melaporkan sejumlah kejadian kebakaran lahan di beberapa wilayah Indonesia.

Di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, kebakaran menghanguskan sekitar empat hektare lahan.

Di Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, kebakaran lahan gambut membakar sekitar dua hektare.

Sementara itu, kebakaran di kawasan kaki Gunung Klabat, Minahasa Utara, meluas hingga sekitar 60 hektare setelah angin kencang membantu penyebaran api.

BNPB meminta masyarakat tidak membakar sampah, membuang puntung rokok sembarangan, atau membuka lahan dengan cara membakar.

Pemerintah daerah juga diminta memperkuat patroli dan memastikan sarana pemadaman siap digunakan.

Operasi Diperkuat

Pemerintah memperkuat operasi darat dan udara untuk menahan penyebaran karhutla.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan pemerintah telah mengerahkan 64 pesawat dan helikopter serta 54.394 personel gabungan sejak Agustus.

Armada udara menjalankan water bombing, patroli, dan mendukung Operasi Modifikasi Cuaca.

Sementara itu, Manggala Agni bekerja bersama TNI, Polri, BNPB, BMKG, BPBD, pemerintah daerah, masyarakat, dunia usaha, dan relawan di lapangan.

Petugas melakukan patroli, groundcheck, pemadaman langsung, penyekatan api, pembasahan, pendinginan hingga mopping up untuk memastikan bara tidak kembali menyala.

Situasi hingga akhir September menunjukkan karhutla 2026 tidak cukup dibaca hanya melalui jumlah hotspot.

Luas area terbakar, kekeringan, kualitas udara, gangguan penerbangan, dan kasus gangguan pernapasan memberi gambaran yang lebih lengkap mengenai dampaknya.

Selama hujan belum merata dan sejumlah wilayah masih mengalami kekeringan panjang, risiko munculnya kebakaran baru tetap perlu diwaspadai.