- Kereta KTMB menjadi akses penting pelajar pedalaman Kelantan di saat keterbatasan transportasi darat.
- Ratusan pelajar berangkat sejak pukul 05.00 menuju SMK Dabong dengan perjalanan sekitar 15–20 menit.
- Ghost Train merupakan layanan reguler KTMB, bukan kereta khusus sekolah.
- MyRailLife memberi perjalanan gratis bagi pelajar yang memenuhi syarat, terhadap 41.641 pelajar Pantai Timur hingga 2025.
JAMLIMA.COM, JAKARTA — Pelajar di pedalaman Kelantan, Malaysia, mengandalkan kereta api untuk menuju sekolah.
Mereka menggunakan layanan Keretapi Tanah Melayu Berhad (KTMB) dari sejumlah stasiun di sepanjang koridor Dabong.
Kereta pagi yang melintasi kawasan Kuala Gris dikenal dengan julukan Ghost Train.
Namun, bagi pelajar setempat, kereta tersebut menjadi akses penting untuk mencapai sekolah.
Bangun Pukul 05.00 demi Sekolah
Ratusan pelajar dari Kuala Gris, Bukit Abu, Ulu Temiang, Slow Pok Long, Kemubu, dan wilayah sekitarnya menggunakan kereta untuk bersekolah.
Sebagian pelajar bahkan mulai berangkat sejak pukul 05.00.
Mereka harus tiba di stasiun sebelum kereta menuju Dabong melintas.
Pelajar SMK Dabong, Ami Qistina Luqman, menggambarkan pentingnya layanan tersebut.
“Tanpa kereta api, kami tidak dapat ke sekolah.”
Pilihan transportasi lain memang terbatas bagi sebagian warga di kawasan tersebut.
Selain itu, kondisi geografis membuat perjalanan melalui jalur darat tidak selalu mudah.
Ketergantungan terhadap kereta juga terlihat dari pengalaman Muhammad Mifzal Azfar Abdul Hafiz.
Ia pernah terlambat bangun dan tertinggal kereta.
Akibatnya, ia tidak dapat bersekolah pada hari tersebut.
Sedangkan waktu operasional kereta api mulai pukul 03.30 pagi.
Sekitar 15–20 Menit Menuju Dabong
Perjalanan kereta dari Kuala Gris menuju Dabong memakan waktu sekitar 15 hingga 20 menit.
Setelah turun, pelajar hanya perlu berjalan beberapa menit menuju sekolah.
SMK Dabong berada sekitar 50 meter dari Stasiun Kereta Api Dabong, berdasarkan laporan Sinar Harian pada Januari 2026.
Lokasi tersebut membuat perjalanan dengan kereta relatif praktis bagi pelajar.
Sebaliknya, perjalanan darat dari sejumlah permukiman dapat memakan waktu lebih lama.
Medan berbukit dan kondisi cuaca juga dapat memengaruhi mobilitas warga.
Karena itu, kereta memiliki peran penting dalam perjalanan harian pelajar.
Bukan Kereta Khusus Pelajar
Meski identik dengan perjalanan anak sekolah, Ghost Train bukan kereta khusus pelajar.
Kereta tersebut merupakan layanan penumpang reguler KTMB.
Pada Januari 2026, layanan yang membawa pelajar menuju Dabong diberitakan sebagai Shuttle Timuran SH51.
Jadwal itu berlaku ketika sesi sekolah dimulai pada 11 Januari 2026.
Namun, KTMB kemudian memperbarui jadwal Shuttle Timur mulai 1 Agustus 2026.
Karena itu, penumpang perlu memeriksa jadwal terbaru melalui layanan resmi KTMB sebelum melakukan perjalanan.
Gratis melalui MyRailLife
Selain menyediakan akses transportasi, KTMB juga membantu menekan biaya perjalanan melalui MyRailLife.
Program tersebut memberikan pas perjalanan gratis kepada kelompok yang memenuhi persyaratan.
Berdasarkan ketentuan 2026, fasilitas itu mencakup pelajar Tahun 1 hingga Tingkatan 6.
Anak berusia empat hingga enam tahun dan penyandang disabilitas yang memenuhi ketentuan juga masuk dalam program.
Pas MyRailLife berlaku mulai 1 Januari hingga 31 Desember 2026.
Fasilitas tersebut dapat digunakan pada layanan Shuttle Timur di koridor Gemas–Tumpat.
43.464 Pendaftaran di Pantai Timur
Program MyRailLife menjangkau puluhan ribu penerima manfaat di Pantai Timur Malaysia.
Data KTMB pada Januari 2026 mencatat 43.464 pendaftaran di wilayah tersebut hingga 2025.
Dari jumlah itu, sebanyak 41.641 pendaftar merupakan pelajar.
Sementara itu, 1.823 pendaftar lainnya berasal dari kelompok penyandang disabilitas.
KTMB juga menggelar program KTMB Santuni Pelajar Wilayah Pantai Timur saat pembukaan sekolah 2026.
Program dari Kuala Gris menuju Dabong tersebut melibatkan sekitar 150 pelajar.
Berlangsung Bertahun-tahun
Penggunaan kereta sebagai transportasi sekolah di koridor Dabong bukan fenomena baru.
Kebiasaan tersebut telah berlangsung selama bertahun-tahun.
Pada 2020, pelajar SMK Dabong juga dilaporkan bangun sekitar pukul 05.00 untuk menunggu kereta di Kuala Gris.
Ketergantungan itu semakin terlihat ketika layanan kereta mengalami gangguan.
Pada 2022, kereta yang tidak berhenti di Kuala Gris membuat sekitar 100 pelajar kesulitan mencapai sekolah.
Kemudian, laporan Utusan Malaysia pada 2024 kembali menyebut kereta sebagai angkutan publik utama bagi pelajar Kuala Gris.
Dengan kondisi tersebut, jalur rel memiliki fungsi yang lebih luas daripada sekadar mengangkut penumpang.
Bagi pelajar pedalaman Kelantan, kereta menjadi penghubung antara rumah dan ruang kelas.
Sementara melalui MyRailLife, biaya perjalanan dapat ditekan bagi pelajar yang memenuhi persyaratan.
Kereta pun menjadi bagian penting dari akses pendidikan di wilayah pedalaman Malaysia.





































