- Martha Tilaar meninggal dunia pada Rabu, 14 Oktober 2026, pukul 06.22 WIB di RS Medistra, Jakarta, dalam usia 89 tahun.
- Jenazah disemayamkan di Patra Kuningan, Jakarta Selatan. Keluarga menjadwalkan pemakaman pada Jumat, 16 Oktober 2026, di Karawang.
- Bisnis Martha Tilaar bermula dari salon kecil pada 1970, sebelum berkembang melalui pendirian PT Martina Berto dan peluncuran Sariayu pada 1977.
- Martha Tilaar meninggalkan warisan industri kecantikan nasional, terutama pengembangan kosmetik berbahan alami dan pemanfaatan tradisi Nusantara.
JAMLIMA.COM, JAKARTA — Pendiri Martha Tilaar Group, Martha Tilaar, meninggal dunia pada Rabu (14/10/2026) pukul 06.22 WIB.
Pelopor industri kosmetik Indonesia itu mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Medistra, Jakarta, dalam usia 89 tahun.
Keluarga besar Martha Tilaar Group mengonfirmasi kabar duka tersebut melalui pernyataan resmi yang dipublikasikan pada Rabu.
Kepergiannya mengakhiri perjalanan hidup seorang pengusaha yang membangun bisnis kecantikan selama lebih dari lima dekade.
Keluarga Martha Tilaar Sampaikan Kabar Duka
Dalam pernyataan resminya, keluarga besar Martha Tilaar Group menyampaikan kehilangan mendalam atas kepergian sang pendiri.
“Kepergian beliau merupakan kehilangan yang mendalam bagi keluarga, seluruh keluarga besar Martha Tilaar Group, serta industri kecantikan Indonesia.”
Pernyataan tersebut menjadi bentuk penghormatan terhadap kontribusi Martha dalam mengembangkan industri kosmetik nasional.
Selama hidupnya, Martha dikenal melalui pengembangan produk kecantikan yang memadukan bahan alami, pengetahuan tradisional, dan teknologi modern.
Selain membangun perusahaan, ia aktif memperkenalkan budaya Nusantara melalui berbagai produk kecantikan.
Jenazah Disemayamkan di Jakarta
Setelah meninggal di RS Medistra, jenazah Martha Tilaar disemayamkan di rumah duka kawasan Patra Kuningan, Jakarta Selatan.
Sementara itu, keluarga menjadwalkan pemakaman pada Jumat (16/10/2026) di Karawang, Jawa Barat.
Sejumlah laporan menyebut San Diego Hills Memorial Park sebagai lokasi pemakaman yang direncanakan.
Hingga Rabu (14/10/2026), penyebab meninggalnya Martha Tilaar belum diumumkan secara resmi.
Karena itu, belum ada dasar untuk menyimpulkan penyakit atau kondisi medis tertentu sebagai penyebab kematiannya.
Martha Tilaar, Tokoh Kosmetik Asal Kebumen
Martha Tilaar lahir pada 4 September 1937 di wilayah Kebumen, Jawa Tengah.
Ia dikenal sebagai pengusaha yang mengembangkan industri kecantikan Indonesia melalui pendekatan berbasis bahan alami dan budaya lokal.
Ketertarikannya pada dunia kecantikan membawanya memperdalam pendidikan di Academy of Beauty Culture, Bloomington, Indiana, Amerika Serikat.
Pengetahuan tersebut kemudian menjadi bekal untuk mengembangkan usaha kecantikan di Indonesia.
Namun, Martha tidak hanya mengandalkan pendekatan modern.
Ia juga mempelajari tradisi perawatan tubuh dan pemanfaatan tanaman herbal yang telah berkembang dalam masyarakat Nusantara.
Merintis Bisnis dari Garasi Rumah 1970
Perjalanan bisnis Martha Tilaar dimulai pada 1970.
Saat itu, ia membuka salon kecantikan di garasi rumah orang tuanya, Yakob Handana, di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.
Usaha sederhana tersebut menjadi titik awal berdirinya Martha Tilaar Group.
Dua tahun kemudian, Martha membuka salon kedua bernama Martha Griya Salon.
Melalui salon itu, ia mulai mengembangkan layanan kecantikan tradisional berbasis tanaman herbal.
Perkembangan usaha berlanjut pada 1977.
Martha bersama Bernard Pranata dan Theresia Harsini Setiady mendirikan PT Martina Berto.
Pada tahun yang sama, perusahaan meluncurkan Sariayu sebagai merek produk kecantikan dan jamu modern.
Langkah tersebut memperluas bisnis Martha dari layanan salon menuju industri kosmetik.
Sariayu Jadi Merek Kosmetik Nasional
Setelah meluncurkan Sariayu, PT Martina Berto memperluas kegiatan produksi.
Pada 1981, perusahaan mendirikan pabrik di kawasan industri Pulogadung, Jakarta.
Selanjutnya, perusahaan membangun pabrik kedua pada 1983.
Pada tahun yang sama, PT Sari Ayu Indonesia didirikan untuk mendukung distribusi produk kosmetik.
Perkembangan bisnis berlanjut melalui peluncuran sejumlah merek baru.
Antara 1988 dan 1990, perusahaan memperkenalkan produk seperti Biokos, Caring Colours, dan Belia.
Kemudian, pada 1996, PT Martina Berto memperoleh sertifikasi mutu ISO 9001.
Perusahaan menyebut pencapaian tersebut sebagai tonggak penting dalam pengembangan standar produksi kosmetik.
Pada 2011, PT Martina Berto mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia.
Dengan demikian, perjalanan usaha yang dimulai dari salon kecil berkembang menjadi bisnis kosmetik dengan fasilitas produksi dan jaringan distribusi.
Mengangkat Kekayaan Alam dan Tradisi Nusantara
Salah satu ciri bisnis Martha Tilaar ialah pemanfaatan kekayaan alam Indonesia sebagai inspirasi produk kecantikan.
Melalui Sariayu, Martha memperkenalkan pendekatan perawatan tubuh yang memadukan tradisi dan penelitian modern.
Pengembangan merek tersebut juga berangkat dari kajian terhadap manuskrip kuno Keraton Yogyakarta.
Martha mempelajari cara perempuan Jawa merawat kecantikan menggunakan bahan alami.
Pengetahuan itu kemudian menjadi bagian dari pengembangan produk Sariayu.
Selain memperkenalkan kosmetik, perusahaan mengangkat identitas budaya Indonesia melalui pilihan warna dan konsep produk.
Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa kekayaan alam dan tradisi lokal dapat menjadi dasar pengembangan industri kecantikan modern.
Warisan Industri Kecantikan Indonesia
Martha Tilaar meninggalkan perjalanan bisnis yang berkaitan erat dengan perkembangan kosmetik lokal.
Usaha yang dirintisnya pada 1970 berkembang menjadi kelompok perusahaan dengan berbagai merek kecantikan.
Melalui PT Martina Berto, Martha Tilaar Group juga memperluas kegiatan produksi dan distribusi.
Sementara itu, Sariayu tetap dikenal sebagai salah satu merek kosmetik yang mengangkat kekayaan alam serta budaya Indonesia.
Kepergian Martha Tilaar menjadi kehilangan bagi keluarga, kolega, dan kalangan industri kecantikan nasional.
Namun, perjalanan bisnisnya menunjukkan bagaimana usaha sederhana dapat berkembang melalui inovasi, penelitian, dan pemanfaatan potensi lokal.
Dari garasi rumah di Menteng hingga membangun kelompok usaha kosmetik, Martha Tilaar meninggalkan jejak panjang dalam sejarah industri kecantikan Indonesia.
Baca juga: Ditembak karena Sekolah, Malala Tak Mundur: Kisah Nyata yang Mengubah Dunia





































