- Ledakan terjadi di kamar mesin MT Nurhasanah Lima saat kru melakukan pekerjaan perbaikan.
- Lima dari 16 kru mengalami luka bakar, sedangkan 11 lainnya selamat.
- Kapal sedang kosong dan lego jangkar menunggu pemuatan kondensat.
- Polisi masih menyelidiki penyebab pasti ledakan dan kebakaran.
JAMLIMA.COM, TANJUNG JABUNG TIMUR — Duka di laut belum mereda.
Di tengah operasi pencarian korban KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa dan belum tuntasnya pencarian rombongan Arupadhatu 1 di Selat Sunda, insiden pelayaran kembali terjadi.
Kali ini, ledakan terjadi di kamar mesin MT Nurhasanah Lima di perairan Teluk Majelis, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi.
Lima kru mengalami luka bakar dalam insiden pada Rabu, (23/9/2026).
Kapal tanker tersebut sedang lego jangkar sekitar pukul 14.30 WIB saat ledakan terjadi.
Posisi kapal tercatat di koordinat 01°04’04” LS dan 103°48’40” BT.
Saat itu, MT Nurhasanah Lima belum membawa muatan. Kapal sedang menunggu proses pemuatan kondensat di Dermaga Samudra Muara Sabak.
Ledakan saat Perbaikan
Insiden bermula ketika sejumlah kru bagian mesin sedang melakukan pekerjaan atau perbaikan.
Ledakan tiba-tiba terjadi di kamar mesin, kemudian memicu kebakaran.
Kasat Polairud Polres Tanjung Jabung Timur AKP Adi Irawansyah mengatakan lima kru mengalami luka bakar akibat kejadian tersebut.
“Sebanyak lima orang kru mengalami luka bakar dan telah dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis,” kata Adi.
Sementara itu, 11 kru lainnya berhasil menyelamatkan diri.
Namun, aparat belum menyimpulkan komponen apa yang pertama kali mengalami gangguan.
Penyebab ledakan juga belum dipastikan, termasuk kemungkinan gangguan pada sistem bahan bakar, kelistrikan, maupun faktor teknis lainnya.
Lima Kru Terluka
Kelima korban diketahui berasal dari bagian mesin.
Mereka terdiri atas Jarwanto selaku Kepala Kamar Mesin, Jepri Gultom sebagai Masinis II, Jurairi Jahri sebagai Oiler I, Erwin Ali sebagai Oiler II, serta seorang engine cadet.
Para korban kemudian dievakuasi ke daratan untuk mendapatkan penanganan medis.
Mereka dibawa ke Puskesmas Kampung Laut setelah proses evakuasi dari kapal.
Hingga Kamis, (24/9/2026), belum ada keterangan resmi mengenai luas maupun derajat luka bakar masing-masing korban.
Tidak ada laporan korban meninggal dalam insiden tersebut.
Kapal Belum Bermuatan
Kondisi kapal saat kejadian menjadi bagian penting dalam penyelidikan.
MT Nurhasanah Lima masih dalam kondisi kosong ketika ledakan terjadi.
Kapal baru menunggu giliran memuat kondensat di Dermaga Samudra Muara Sabak.
Karena itu, belum ada dasar resmi untuk menghubungkan muatan kondensat dengan ledakan.
Penyidik masih perlu memastikan titik awal ledakan dan kondisi sistem di kamar mesin.
Penyebab Masih Diselidiki
Satpolairud Polres Tanjung Jabung Timur bersama instansi terkait telah melakukan pengecekan terhadap kapal.
Petugas juga mendata kru, mengamankan lokasi, serta mengumpulkan keterangan awal mengenai kejadian.
Penanganan melibatkan Ditpolairud Polda Jambi, TNI AL, KSOP Muara Sabak, Basarnas, serta unsur terkait lainnya.
Adi menegaskan penyebab ledakan belum dapat disimpulkan.
“Untuk penyebab pasti terjadinya ledakan dan kebakaran masih dalam proses pendalaman dan penyelidikan lebih lanjut,” ujarnya.
Pemeriksaan lanjutan dibutuhkan untuk mengetahui sumber ledakan, kondisi kamar mesin, serta rangkaian kejadian sebelum api muncul.
Duka Laut Beruntun
Insiden MT Nurhasanah Lima terjadi ketika dua peristiwa pelayaran lain masih menyisakan duka.
Di Laut Jawa, pencarian korban KM Virgo Transport 8 masih berlanjut setelah kapal tersebut mengalami kecelakaan.
Sementara itu, Arupadhatu 1 masih belum ditemukan setelah hilang di kawasan Selat Sunda.
Salah satu kru Arupadhatu 1 kemudian teridentifikasi melalui pemeriksaan DNA setelah jenazah ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu.
Kini, perhatian juga tertuju pada MT Nurhasanah Lima.
Lima kru masih menjalani penanganan medis, sementara aparat terus menyelidiki penyebab ledakan di kamar mesin kapal tanker tersebut.





































