- Operasi besar: Sebanyak 1.816 personel gabungan menggerebek kawasan peredaran narkoba di Kampung Bahari, Jakarta Utara, Minggu (1/11/2026).
- 29 orang diamankan: Jumlah tersebut meningkat dari laporan awal sebanyak 27 orang.
- Barang bukti: Polisi menemukan sabu, ganja, ekstasi, senjata api, hingga mesin pencetak pil ekstasi.
- Bandar diburu: Polisi berencana membongkar lapak transaksi narkoba dan melanjutkan pengejaran terhadap bandar utama.
JAMLIMA.COM, JAKARTA — Sebanyak 1.816 personel gabungan menggerebek kawasan Kampung Bahari dan Kampung Muara Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (1/11/2026).
Operasi pemberantasan narkoba tersebut berlangsung sejak pukul 05.30 WIB. Petugas menyisir sejumlah lokasi yang diduga menjadi tempat transaksi dan peredaran narkotika.
Hingga Minggu sore, polisi telah mengamankan 29 orang. Jumlah itu bertambah dari laporan awal sebanyak 27 orang.
Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso mengonfirmasi perkembangan tersebut.
“Update terakhir 29 (orang) yang diamankan,” kata Bismo, sebagaimana dilaporkan detikNews, Minggu (1/11/2026).
Polisi Gunakan KRL untuk Masuk Kampung Bahari
Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Adhe Hariadi menjelaskan bahwa operasi melibatkan sejumlah unsur kepolisian dan Badan Narkotika Nasional (BNN).
Petugas berasal dari Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Bareskrim Polri, Brimob, Polres Metro Jakarta Utara, dan BNN.
Untuk menjangkau lokasi, sebagian personel menggunakan kereta rel listrik (KRL) dari Stasiun Tanjung Priok.
Kereta tersebut memberikan akses langsung menuju kawasan Kampung Bahari dan Kampung Muara Bahari.
Setibanya di lokasi, petugas bergerak menyisir lapak-lapak di sepanjang rel kereta api dan kawasan permukiman.
Polisi memeriksa sejumlah tempat yang diduga digunakan untuk transaksi narkotika.
Temukan Mesin Pencetak Ekstasi dan Senjata Api
Penggerebekan tersebut mengungkap berbagai barang yang diduga berkaitan dengan peredaran narkoba.
Petugas menemukan sabu, ganja, ekstasi, pil psikotropika, serta cartridge yang diduga mengandung etomidate.
Selain itu, polisi menyita senjata api, senjata tajam, timbangan, alat isap narkoba, dan mesin pencetak ekstasi.
Temuan mesin tersebut menjadi perhatian karena dapat berkaitan dengan aktivitas pembuatan pil terlarang.
Namun, polisi masih perlu mendalami fungsi mesin, pemiliknya, serta keterkaitannya dengan jaringan yang sedang diselidiki.
Bismo sebelumnya menjelaskan bahwa empat orang diamankan di salah satu lokasi pemeriksaan awal.
Dari jumlah tersebut, satu orang ditemukan menguasai barang bukti pil psikotropika. Sementara itu, tiga orang lainnya diduga merupakan pengguna.
Polisi masih mendalami peran masing-masing orang yang diamankan.
Petugas Sempat Mendapat Perlawanan
Operasi gabungan tersebut tidak berlangsung sepenuhnya tanpa hambatan.
Sejumlah orang di lokasi sempat memberikan perlawanan ketika petugas melakukan penyisiran.
Bismo menjelaskan bahwa perlawanan itu diduga bertujuan mengalihkan perhatian aparat dari sasaran utama.
Meski demikian, petugas tetap melanjutkan operasi sesuai target.
Polisi juga menemukan uang tunai yang diduga berasal dari transaksi narkotika.
Penyidik akan mendalami hubungan antara barang bukti, orang yang diamankan, dan kemungkinan jaringan pengedar.
Polisi Buru Bandar Utama
Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Dadang Hartanto menyatakan bahwa operasi tersebut merupakan bagian dari upaya membersihkan kawasan peredaran narkoba.
Sementara itu, Bismo menegaskan bahwa polisi tidak berhenti pada penangkapan orang-orang yang berada di lokasi.
Petugas juga berencana membongkar lapak liar yang diduga digunakan untuk transaksi narkotika.
Langkah tersebut bertujuan mencegah lokasi yang sama kembali digunakan untuk aktivitas ilegal.
Polisi selanjutnya akan mengejar bandar utama yang diduga mengendalikan peredaran narkoba di kawasan tersebut.
Hingga laporan ini disusun, kepolisian belum mengumumkan status hukum seluruh 29 orang yang diamankan.
Karena itu, jumlah orang yang diamankan belum dapat disamakan dengan jumlah tersangka.
Penyidik masih perlu memastikan peran masing-masing orang, hasil pemeriksaan barang bukti, serta keterkaitannya dengan jaringan peredaran narkotika.
Operasi Kampung Bahari menunjukkan bahwa pemberantasan narkoba tidak hanya bergantung pada penggerebekan.
Penelusuran jaringan pemasok, pengendali transaksi, dan sumber peredaran menjadi langkah penting untuk mencegah aktivitas serupa kembali muncul.
Baca juga: Indonesia Bongkar Penyelundupan Narkoba Rp3,48 Triliun, Kapal Asing dan 8 Awak Diamankan





































