Scroll untuk baca artikel
Internasional

Hasil Pemilu Israel Rampung Netanyahu hanya 53 kursi, Tuduhan Curang Likud Belum Terbukti

×

Hasil Pemilu Israel Rampung Netanyahu hanya 53 kursi, Tuduhan Curang Likud Belum Terbukti

Sebarkan artikel ini
benjamin netanyahu berpidato dalam acara partai likud setelah pemilu israel 2026
PEMILU ISRAEL 2026 — Perdana Menteri Benjamin Netanyahu berpidato dalam acara Partai Likud di Yerusalem, Rabu (28/10/2026). Partainya meraih 27 kursi setelah seluruh suara dihitung, tetapi blok pemerintahannya gagal mencapai mayoritas parlemen. (Foto: Alexi J. Rosenfeld/Getty Images)

  • Penghitungan seluruh suara pemilu Israel selesai pada Jumat (30/10/2026). Partai Likud meraih 27 kursi parlemen.
  • Blok Netanyahu memperoleh 53 kursi, oposisi 48 kursi, dan partai-partai Arab 19 kursi.
  • Kepolisian Israel belum menemukan bukti yang mendukung tuduhan pencurian suara secara luas.
  • Penyelidikan dugaan campur tangan asing tetap berjalan, tetapi tidak akan mengubah hasil yang dijadwalkan diserahkan kepada presiden.

JAMLIMA.COM, TEL AVIV — Penghitungan seluruh suara pemilu Israel telah selesai. Namun, tuduhan kecurangan yang dilontarkan Partai Likud pimpinan Benjamin Netanyahu belum terbukti.

Komite Pemilihan Umum Pusat Israel mengumumkan hasil penghitungan pada Jumat (30/10/2026).

Partai Likud memenangkan 27 kursi dan menjadi partai terbesar di parlemen. Meski demikian, blok Netanyahu gagal mencapai mayoritas.

Sementara itu, polisi menyatakan belum menemukan bukti yang mendukung tuduhan pencurian suara secara luas.

Komite pemilu juga memastikan penyelidikan dugaan campur tangan asing tidak akan menghambat penetapan hasil pemilu.

Hasil Pemilu Israel: Netanyahu Kehilangan Mayoritas

Berdasarkan penghitungan seluruh suara, blok Netanyahu memperoleh 53 kursi di parlemen atau Knesset.

Sebaliknya, blok oposisi pimpinan Gadi Eisenkot meraih 48 kursi.

Dua kelompok partai Arab, Joint List dan Ra’am, menguasai 19 kursi.

Jumlah tersebut menjadi rekor perolehan kursi bagi partai-partai Arab dalam pemilu Israel.

Knesset memiliki 120 kursi. Karena itu, pembentukan pemerintahan mayoritas membutuhkan sedikitnya 61 kursi.

Netanyahu masih kekurangan delapan kursi, sedangkan blok Eisenkot membutuhkan tambahan 13 kursi.

Hasil tersebut menempatkan partai-partai Arab dalam posisi penting untuk menentukan arah pembentukan pemerintahan.

Polisi Belum Temukan Bukti Tuduhan Likud

Sebelumnya, Likud menuduh partai-partai Arab mencuri suara melalui penyuapan, intimidasi, pemalsuan, dan penggunaan perangkat lunak terlarang.

Tuduhan tersebut muncul pada Rabu (28/10/2026), sehari setelah pemungutan suara.

Likud mengaku menyerahkan sejumlah kesaksian dan dokumen kepada aparat keamanan serta penyelenggara pemilu.

Namun, kepolisian Israel menyatakan belum memiliki bukti penyelidikan maupun informasi intelijen yang mendukung tuduhan tersebut.

Pelaksana tugas Direktur Jenderal Komite Pemilihan Umum Pusat, Dean Livne, juga menolak klaim kecurangan sistematis.

Menurut Livne, penyelenggara telah menjaga integritas pemungutan suara dan belum menemukan dasar bagi tuduhan pelanggaran secara luas.

Penyelidikan Shin Bet Tidak Ubah Hasil Pemilu

Di tengah polemik, badan keamanan domestik Israel, Shin Bet, menyelidiki dugaan campur tangan asing dalam pemilu.

Penyelidikan itu berlangsung setelah Ketua Komite Pemilihan Umum Pusat, Hakim Noam Sohlberg, menerima informasi mengenai kemungkinan pendanaan dari pihak asing.

Namun, Shin Bet menegaskan bahwa penyelidikan tersebut terbatas dan belum selesai.

Badan keamanan itu juga menyatakan penyelidikan tidak ditujukan kepada seluruh pemilih Arab.

Pada Jumat (30/10/2026), Dean Livne memastikan proses tersebut tidak akan memengaruhi hasil pemilu yang diserahkan kepada presiden.

“Penyelidikan berlangsung bersamaan dengan pekerjaan komite dan tidak akan memengaruhi hasil akhir yang diserahkan kepada presiden,” kata Livne.

Dengan demikian, penyelidikan dugaan pelanggaran tetap berjalan secara terpisah dari proses pengesahan hasil pemilu.

Sebanyak 5,7 Juta Pemilih Gunakan Hak Suara

Komite Pemilihan Umum Israel mencatat tingkat partisipasi pemilih mencapai 77,9 persen.

Sebanyak 5.716.665 pemilih memberikan suara dalam pemilu pada Selasa (27/10/2026).

Dari jumlah tersebut, 5.690.778 suara dinyatakan sah, sedangkan 25.887 suara tidak sah.

Komite masih dapat melakukan koreksi kecil melalui pemeriksaan administratif.

Hasil resmi dijadwalkan diserahkan kepada Presiden Isaac Herzog pada Rabu (4/11/2026).

Selanjutnya, anggota Knesset baru dijadwalkan dilantik pada 10 November 2026.

Netanyahu tetap menjalankan tugas sebagai perdana menteri sementara hingga terbentuk pemerintahan baru.

Dengan hasil tersebut, tantangan politik Israel kini bergeser pada pembentukan koalisi.


Baca juga: Pemenang Nobel Perdamaian 2026 Desak Netanyahu Diadili atas Dugaan Penghasutan Genosida Gaza