Scroll untuk baca artikel
Internasional

Lotre Green Card AS Dikejar Waktu, Visa Belum Pasti

×

Lotre Green Card AS Dikejar Waktu, Visa Belum Pasti

Sebarkan artikel ini
ilustrasi lotre green card amerika serikat 2027 terkait putusan pengadilan dan pendaftaran diversity visa
LOTRE GREEN CARD AS — Ilustrasi program Diversity Visa 2027 Amerika Serikat yang menghadapi proses banding setelah pengadilan menetapkan tenggat pembukaan pendaftaran pada November 2026. (Foto: Ilustrasi/Jamlima.com)

  • Pengadilan AS menetapkan 29 Oktober 2026 sebagai tenggat pengumuman pendaftaran Green Card Lottery 2027.
  • Pemerintah diperintahkan membuka pendaftaran paling lambat 1 November selama 30 hari.
  • Pemerintah AS mengajukan banding. Karena itu, pelaksanaan jadwal masih menghadapi ketidakpastian hukum.
  • Indonesia mencatat 385 calon pemohon dalam seleksi DV-2026, tetapi jumlah itu bukan visa yang telah diterbitkan.

JAMLIMA.COM — Program lotre Green Card Amerika Serikat menghadapi tenggat pengadilan.

Pemerintah AS harus mengumumkan jadwal pendaftaran Diversity Visa (DV) 2027 paling lambat Kamis (29/10/2026).

Namun, pemerintah mengajukan banding atas putusan tersebut. Sementara itu, situs pendaftaran resmi belum menerima peserta baru.

Persoalan ini tidak hanya menyangkut pembukaan undian.

Keterlambatan seleksi juga mempersempit waktu peserta terpilih untuk mengurus visa imigran.

Pengadilan Perintahkan Pendaftaran Dibuka

Hakim Federal Jinsook Ohta memerintahkan Departemen Luar Negeri AS menjalankan kembali program DV-2027.

Putusan awal keluar pada 14 Oktober 2026. Pengadilan kemudian memperbarui ketentuan pelaksanaannya pada 21 Oktober.

Dalam perkara Red Eagle Law, L.C. v. Rubio, pengadilan menetapkan tiga tenggat utama.

Pemerintah harus mengumumkan ketentuan pendaftaran paling lambat 29 Oktober.

Selanjutnya, pendaftaran harus dibuka paling lambat 1 November selama 30 hari.

Pengadilan juga menetapkan 3 Desember 2026 sebagai batas pemberitahuan hasil seleksi.

Namun demikian dengan mekanisme permohonan perpanjangan tertentu.

Seluruh tenggat tersebut menggunakan waktu Amerika Serikat bagian timur.

Dalam pertimbangan tertulisnya, Hakim Ohta menilai pemerintah tidak memberikan alasan memadai atas penundaan program.

“Has provided no reason for its action,” tulis pengadilan dalam putusan 19 Oktober 2026.

Pernyataan itu berarti pemerintah tidak memberikan alasan atas tindakannya.

Pengadilan menilai penundaan tanpa penjelasan tersebut bertentangan dengan prinsip hukum administrasi AS.

Pemerintah Mengajukan Banding

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengajukan banding pada 19 Oktober 2026.

Pemerintah juga meminta penangguhan pelaksanaan putusan selama proses hukum berlangsung.

Namun, Hakim Ohta menolak permintaan tersebut pada 21 Oktober.

Selanjutnya, pemerintah membawa permohonan darurat ke Pengadilan Banding Federal Sirkuit Kesembilan.

Hingga pemeriksaan terbaru, belum ditemukan putusan banding yang memastikan perubahan jadwal tersebut.

Dengan demikian, tenggat pengadilan masih berlaku sepanjang belum diubah oleh putusan berikutnya.

Waktu Pengurusan Visa

Diversity Visa merupakan jalur memperoleh izin tinggal permanen di Amerika Serikat melalui seleksi acak.

Program tersebut menyediakan alokasi dasar hingga 55.000 visa setiap tahun.

Namun, ketentuan hukum dapat mengurangi jumlah aktualnya.

Masalah baru muncul karena tahun fiskal 2027 sudah berjalan sejak 1 Oktober 2026.

Sementara itu, masa penerbitan visa DV-2027 berakhir pada 30 September 2027.

Jika seleksi baru diumumkan pada Desember, peserta hanya mempunyai waktu sekitar 10 bulan untuk menyelesaikan proses imigrasi.

Tahapan itu meliputi pengajuan dokumen, pemeriksaan kesehatan, wawancara, dan keputusan konsuler.

Keterbatasan waktu menjadi penting karena kemenangan undian tidak otomatis menghasilkan visa.

Selain itu, kebijakan pembatasan penerbitan Diversity Visa sebelumnya menghadapi gugatan hukum tersendiri.

Dalam perkara Medani v. Trump, pengadilan memerintahkan pemrosesan kembali sejumlah permohonan DV-2026.

Pemerintah kemudian melanjutkan sebagian penerbitan visa.

Karena itu, status DV-2026 tidak dapat disamakan dengan kepastian penerbitan DV-2027.

Indonesia Catat 385 Calon Pemohon

Indonesia termasuk negara yang memenuhi ketentuan kelayakan dalam program DV-2026.

Departemen Luar Negeri AS mencatat 385 calon pemohon yang dialokasikan kepada Indonesia.

Jumlah tersebut mencakup peserta terpilih beserta pasangan dan anak yang memenuhi ketentuan.

Secara global, terdapat sekitar 129.516 calon pemohon dalam hasil seleksi DV-2026.

Namun, angka tersebut bukan jumlah Green Card yang diterbitkan.

Kelayakan Indonesia untuk DV-2027 tetap harus mengikuti petunjuk resmi periode terbaru.

Aturan Baru: Paspor dan Biaya Pendaftaran

Pemerintah AS juga memperketat persyaratan pendaftaran.

Aturan yang berlaku sejak 10 April 2026 mewajibkan informasi paspor yang masih berlaku.

Peserta harus mengunggah halaman identitas dan tanda tangan paspor, kecuali memenuhi pengecualian tertentu.

Selain itu, pemerintah menetapkan biaya pendaftaran sebesar 1 dolar AS.

Biaya tersebut berbeda dari tarif permohonan visa sebesar 330 dolar AS per orang setelah terpilih.

Pemohon utama juga harus memenuhi persyaratan pendidikan menengah atau pengalaman kerja tertentu.

Ketentuan lengkap DV-2027 tetap mengacu pada petunjuk resmi saat pendaftaran dibuka.

Waspadai Penipuan Green Card

Calon peserta hanya dapat mendaftar melalui situs resmi:

dvprogram.state.gov

ketika periode pendaftaran berlangsung.

Setiap orang hanya boleh mengirim satu pendaftaran dalam satu periode. Pendaftaran ganda dapat menyebabkan diskualifikasi.

Selain itu, pemerintah AS tidak memberitahukan kemenangan melalui email pribadi.

Peserta harus memeriksa hasil melalui layanan Entrant Status Check menggunakan nomor konfirmasi.

Karena seleksi berlangsung secara acak, tidak ada agen yang dapat menjamin kemenangan.

Bagi calon peserta Indonesia, kepastian terpenting saat ini adalah pembukaan pendaftaran resmi dan perkembangan putusan banding.

Perintah membuka lotre merupakan peluang mengikuti seleksi, bukan jaminan memperoleh Green Card Amerika Serikat.


Baca juga: Perang Iran Kuras AS Rp518 Triliun dalam 4 Bulan, Stok Amunisi Mulai Menipis