Scroll untuk baca artikel
Sehat

Berapa Biji Durian yang Aman Dikonsumsi? Ini Takaran dan Penjelasan Medis

×

Berapa Biji Durian yang Aman Dikonsumsi? Ini Takaran dan Penjelasan Medis

Sebarkan artikel ini
Daging buah durian matang yang disajikan untuk menggambarkan porsi konsumsi durian
KONSUMSI DURIAN — Daging durian mengandung karbohidrat, kalori, dan kalium. Pengaturan porsi diperlukan agar konsumsi tetap sesuai kebutuhan gizi. (Foto: Ilustrasi/Jamlima.com)

  • Porsi konsumsi: Sekitar 100–150 gram daging durian dapat menjadi panduan praktis bagi orang dewasa sehat.
  • Kandungan kalori: Setiap 100 gram durian mengandung sekitar 147 kalori dan 27 gram karbohidrat.
  • Penderita diabetes: Durian tidak otomatis dilarang. Namun, asupan karbohidrat perlu disesuaikan dengan pengendalian gula darah.
  • Penyakit ginjal: Kandungan kalium durian perlu diperhatikan, terutama pada pasien dengan hiperkalemia atau pembatasan kalium.

JAMLIMA.COM — Durian merupakan buah tropis yang banyak digemari masyarakat Indonesia. Namun, kandungan kalori dan karbohidratnya membuat jumlah konsumsi perlu diperhatikan.

Orang dewasa sehat dapat menggunakan takaran 100–150 gram daging durian sebagai panduan praktis dalam satu kali konsumsi.

Meski demikian, jumlah tersebut bukan batas maksimal resmi yang berlaku bagi setiap orang.

Kebutuhan gizi, kondisi kesehatan, dan pola konsumsi harian tetap menentukan porsi yang sesuai.

Lantas, berapa biji durian yang aman dikonsumsi agar tidak berlebihan?

Berapa Biji Durian yang Sebaiknya Dikonsumsi?

Jumlah biji durian tidak selalu menunjukkan banyaknya daging buah yang dikonsumsi.

Pasalnya, ukuran biji dan ketebalan daging berbeda pada setiap varietas.

Sebagai gambaran, satu bagian durian berukuran sedang dapat menghasilkan sekitar 30–50 gram daging buah.

Dengan perkiraan tersebut, dua hingga tiga bagian durian dapat menghasilkan sekitar 60–150 gram daging.

Namun, angka ini hanya perkiraan. Menimbang daging durian memberikan hasil yang lebih akurat.

Panduan 100–150 gram juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan energi dan asupan makanan lainnya.

Kandungan Gizi Durian per 100 Gram

Data komposisi pangan USDA menunjukkan bahwa durian mengandung energi, karbohidrat, lemak, serat, dan sejumlah mineral.

Berikut perkiraan kandungan gizi dalam 100 gram daging durian:

Kandungan Jumlah
Energi 147 kkal
Karbohidrat 27,09 gram
Protein 1,47 gram
Lemak 5,33 gram
Serat 3,8 gram
Kalium Sekitar 436 mg

Kandungan tersebut merupakan nilai referensi. Komposisi sebenarnya dapat berbeda menurut varietas dan tingkat kematangan.

Jika seseorang mengonsumsi 150 gram durian, asupan energinya mencapai sekitar 221 kalori.

Sementara itu, karbohidrat yang masuk mencapai sekitar 40,6 gram.

Jumlah ini perlu diperhitungkan dalam kebutuhan gizi sehari-hari.

WHO Tekankan Pola Konsumsi Seimbang

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menekankan pentingnya pola konsumsi sehat yang beragam dan seimbang.

WHO menggunakan empat prinsip utama, yakni kecukupan, keseimbangan, moderasi, dan keberagaman.

WHO juga menyarankan konsumsi sedikitnya 400 gram buah dan sayuran setiap hari bagi orang berusia di atas 10 tahun.

Anjuran itu mencakup berbagai jenis buah dan sayuran, bukan durian saja.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan RI mendorong masyarakat menerapkan konsep Isi Piringku.

Dalam panduan tersebut, setengah bagian piring diisi sayuran dan buah. Sisanya terdiri atas makanan pokok dan lauk pauk.

Artinya, konsumsi durian tetap perlu menjadi bagian dari pola gizi yang beragam.

Masyarakat sebaiknya tidak mengganti seluruh kebutuhan buah harian hanya dengan satu jenis buah.

Apakah Penderita Diabetes Boleh Mengonsumsi Durian?

Penderita diabetes masih dapat mengonsumsi buah, termasuk durian.

Namun, mereka perlu memperhatikan total karbohidrat dan kondisi gula darah.

American Diabetes Association atau ADA menjelaskan bahwa buah mengandung karbohidrat. Karena itu, konsumsi buah harus diperhitungkan dalam perencanaan diet.

Dalam penghitungan karbohidrat, satu porsi karbohidrat umumnya setara dengan 15 gram.

Berdasarkan komposisi USDA, sekitar 55 gram durian mengandung 15 gram karbohidrat.

Perhitungan tersebut tidak berarti semua penderita diabetes hanya boleh mengonsumsi 55 gram durian.

Jumlah yang sesuai tetap bergantung pada kebutuhan karbohidrat, pengobatan, dan pengendalian gula darah.

Mayo Clinic juga menjelaskan bahwa penderita diabetes tidak harus menghindari seluruh buah manis.

Hal yang lebih penting ialah jumlah karbohidrat dalam porsi konsumsi.

Karena itu, pasien diabetes sebaiknya menghindari konsumsi durian berlebihan dalam satu waktu.

Bagaimana dengan Penderita Hipertensi?

Durian tidak otomatis menjadi buah terlarang bagi penderita hipertensi.

Buah ini mengandung kalium, mineral yang berperan dalam fungsi saraf, otot, dan keseimbangan cairan tubuh.

Namun, kandungan kalium tidak membuat durian menjadi obat penurun tekanan darah.

Penderita hipertensi tetap perlu menjaga pola konsumsi, membatasi garam, dan menjalani pengobatan sesuai anjuran dokter.

Perhatian khusus diperlukan pada pasien yang juga mengalami gangguan fungsi ginjal.

Pasalnya, kemampuan tubuh mengatur kadar kalium dapat terganggu pada kondisi tertentu.

Penderita Penyakit Ginjal Perlu Lebih Berhati-hati

National Kidney Foundation menjelaskan bahwa kebutuhan kalium pasien penyakit ginjal tidak selalu sama.

Penentuan asupan bergantung pada fungsi ginjal, hasil pemeriksaan darah, obat, dan kondisi medis lainnya.

Pasien dengan kadar kalium tinggi mungkin perlu membatasi makanan yang mengandung banyak kalium.

Sebaliknya, tidak semua penderita penyakit ginjal harus menghindari seluruh buah yang mengandung kalium.

Oleh karena itu, pasien sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi sebelum menentukan porsi durian.

Apakah Konsumsi Durian Berlebihan Berbahaya?

Konsumsi durian dalam jumlah besar dapat meningkatkan asupan energi dan karbohidrat secara signifikan.

Sebagai contoh, 500 gram daging durian mengandung sekitar 735 kalori.

Jumlah tersebut juga menyediakan sekitar 135 gram karbohidrat.

Jika seseorang mengonsumsinya di luar kebutuhan harian, asupan energi dapat menjadi berlebihan.

Kondisi ini perlu diperhatikan, terutama pada individu dengan obesitas atau diabetes.

Namun, konsumsi durian tidak serta-merta menyebabkan tekanan darah meningkat atau penyakit tertentu.

Dampaknya bergantung pada kondisi tubuh, jumlah konsumsi, dan pola gizi secara keseluruhan.

Benarkah Durian Tidak Boleh Dikonsumsi Bersama Alkohol?

Anggapan bahwa durian berbahaya jika dikonsumsi bersama alkohol telah lama berkembang.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Food Chemistry pada 2009 menemukan bahwa ekstrak durian dapat menghambat enzim aldehyde dehydrogenase dalam percobaan laboratorium.

Enzim tersebut berperan dalam metabolisme alkohol.

Meski demikian, penelitian itu belum membuktikan tingkat risiko klinis pada manusia.

Karena itu, klaim bahwa kombinasi durian dan alkohol pasti menyebabkan kematian tidak dapat dibenarkan berdasarkan penelitian tersebut.

Menghindari alkohol tetap merupakan pilihan yang lebih aman bagi kesehatan.

Cara Mengonsumsi Durian agar Tidak Berlebihan

Ada beberapa langkah sederhana untuk mengendalikan porsi durian.

Pertama, tentukan jumlah daging buah sebelum mulai mengonsumsinya.

Kedua, gunakan timbangan makanan jika ingin mengetahui beratnya secara akurat.

Selanjutnya, perhitungkan durian sebagai bagian dari asupan karbohidrat dan energi harian.

Hindari menambahkan gula atau susu kental manis dalam jumlah besar.

Selain itu, tetap konsumsi sayuran dan buah lain agar kebutuhan gizi lebih beragam.

Bagi penderita diabetes atau penyakit ginjal, penentuan porsi sebaiknya mengikuti kondisi klinis masing-masing.

Kesimpulan: Berapa Durian yang Aman Dikonsumsi?

Sekitar 100–150 gram daging durian dapat menjadi acuan praktis dalam satu kali konsumsi bagi orang dewasa sehat.

Jumlah tersebut dapat setara dengan beberapa bagian durian, bergantung pada ukuran buah.

Namun, hingga kini tidak ada ketentuan universal yang menetapkan jumlah biji durian maksimal untuk semua orang.

Karena itu, pengaturan porsi sebaiknya menggunakan berat daging buah dan mempertimbangkan kebutuhan gizi.

Kunci konsumsi durian bukan sekadar menghitung bijinya, melainkan memperhatikan jumlah, frekuensi, dan kondisi kesehatan.


Baca: Influenza Meningkat di Indonesia, Anak dan Lansia Perlu Lebih Diwaspadai